Prosedur dan persyaratan menikah di KUA

Prosedur dan persyaratan menikah di KUA

posted in: Blog   0
Prosedur dan persyaratan menikah
Prosedur dan persyaratan menikah

Bagaimana sih prosedur dan persyaratan menikah di KUA (Kantor Urusan Agama)? Sebagaimana kita ketahui bersama, menikah merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan yang didambakan banyak orang. Meskipun didambakan, namun banyak orang yang menunda perkawinan karena mereka punya anggapan. Mereka yang pesimis beranggapan, bahwa untuk menikah itu memerlukan banyak biaya.

Blog Classy Tent Decor berbagi informasi kepada anda yang memerlukan tentang prosedur dan persyaratan menikah di KUA.

Adapun prosedur dan persyaratan pengajuan nikah di KUA adalah sebagai berikut:

1. Tentukan kota lokasi akad nikah anda.

Kota lokasi tempat upacara akad nikah merupakan faktor penentu untuk semua surat yang kelak perlu anda siapkan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi anda untuk menentukan lokasi akad nikah di awal perencanaan. Apabila lokasi tempat akad nikah lain  dengan KTP domisili anda, maka anda diwajibkan mengurus surat rekomendasi dari kantor KUA, sesuai dengan alamat domisili  yang tertera di KTP anda.

2. Melengkapi Dokumen dan Syarat Pengajuan nikah

Setelah anda menentukan lokasi akad nikah, kemudian anda mesti melengkapi surat-surat dan dokumen pendukung sebagai syarat pencatatan pernikahan di KUA, yaitu berupa:
• Surat pengantar dari Ketua RT domisili anda
• Surat pernyataan belum menikah yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,- serta diketahui oleh Ketua RT dan RW serta Kelurahan domisili anda
• Surat keterangan untuk nikah, yakni model N1, N2, dan N4 yang bisa anda peroleh dari Kelurahan
• Surat izin orangtua bagi anda yang belum genap berusia 21 tahun,
• Surat cerai dari Pengadilan Agama bagi anda yang sudah pernah menikah kemdian bercerai
• Surat kematian dari Kelurahan apabila anda sudah pernah menikah kemudian pasangan anda meninggal dunia
• Surat dispensasi poligami dari Pengadilan Agama apabila anda sebagai calon pengantin pria sudah mempunyai isteri
• Surat rekomendasi menikah dari kantor KUA asal domisili apabila alamatnya sesuai dengan KTP, akan tetapi berbeda wilayah kerja kantor KUA yang ingin digunakan untuk akad nikah,
• Surat izin nikah dari atasan / komandan untuk calon pengantin anggota TNI/Polri atau mempunyai status Pegawai Negeri Sipil di instansi TNI / Polri
• Fotokopi e-KTP anda dan kartu keluarga pasangan calon pengantin dan fotocopy KTP dari orang tua / wali
• Pasfoto ukuran 2×3 sendiri-sendiri sebanyak 5 lembar. Khusus untuk calon pengantin anggota TNI / Polri, pasfoto yang dilampirkan mesti dengan pakaian dinas TNI / Polri
• Pas photo dengan latar belakang berwarna dari calon pengantin, posisi duduk berdampingan dengan ukuran 4 x 6 sebanyak enam lembar
• Akta Kelahiran anda
• Fotokopi KTP dari saksi nikah anda

Apabila anda akan menikah dengan orang asing WNA (Warga Negara Asing), maka ada beberapa persyaratan tambahan berupa surat dan dokumen yang harus anda lengkapi, yakni:
• Surat tanda melapor diri (STMD) calon pengantin WNA yang dikeluarkan oleh dari Kepolisian setempat
• Surat keterangan memakai blangko model K-II dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil apabila calon pengantin WNA sudah tinggal lebih dari 1 (satu) tahun lamanya di negara Republik Indonesia,
• Tanda lunas pembayaran pajak bangsa asing apabila sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Negara Indonesia,
• Fotokopi paspor calon pengantin yang masih berlaku
• Fotokopi Akta Kelahiran dari negara calon pengantin WNA
• Surat keterangan izin masuk sementara dari Kantor Imigrasi setempat
• Surat keterangan dari Kedutaan Besar atau Perwakilan Diplomatik negara yang bersangkutan.

3. Mengetahui Alur Prosesi Nikah

Sebagai bagian dari prosedur dan persyaratan menikah, Kementerian Agama sudah menetapkan prosedur atau alur prosesi nikah di KUA sesuai dengan ketentuan pemerintah. Hal ini penting bagi anda calon pengantin untuk mengetahui terlebih dahulu alurnya. Dengan demikian anda dapat melaksanakan prosesi pernikahan di KUA dengan khidmat dan lancar.

Alinea berikut merupakan alur prosesi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) yang perlu anda ketahui.

1. Mendatangi tempat ketua RT untuk mengurus surat pengantar nikah ke Kelurahan setempat
2. Mendatangi kantor Kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA
3. Apabila pernikahan anda kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, anda mesti minta surat dispensasi dari kantor Kecamatan,
4. Membayar biaya akad nikah apabila lokasinya berada di luar KUA domisili anda
5. Menyerahkan surat bukti pembayaran anda ke kantor KUA
6. Mendatangi kantor KUA tempat berlangsungnya akad nikah, yakni untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin dan data wali nikah
7. Melaksanakan prosesi akad nikah sesuai dengan waktu dan tempat yang telah disetujui oleh pihak kantor KUA
4. Melunasi Biaya Nikah apabila menikah di luar jam kerja kantor KUA

Apabila anda menikah di luar jam kerja kantor KUA, maka anda diwajibkan membayar biaya sebesar Rp 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah). Pembayaran biaya ini dapat dilakukan di bank persepsi terdekat. Bank persepsi yang berada di wilayah tempat pernikahan anda. Anda juga dapat menanyakan lokasi bank persepsi ini ke petugas kantor KUA setempat.

Menunjuk pada Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 yang berisi tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004, yaitu perihal Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama. Disebutkan dalam PP tersebut, bahwa apabila menikah di Kantor Urusan Agama selama jam kerja tidak dipungut biaya.

Dengan adanya Peraturan Pemerintah tersebut, anda dapat menghemat biaya akad nikah. Perlu digarisbawahi, bahwa ketentuan tanpa biaya nikah hanya berlaku pada jam kerja di KUA. Apabila akad nikah dilaksanakan di luar jam kerja KUA, maka anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 600.000,- seperti yang tertulis pada alinea di atas.

Prosedur dan Persyaratan menikah secara umum di kantor KUA

Berikut ini adalah beberapa persyaratan umum untuk mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), yaitu:
1. Surat keterangan untuk nikah (blangko model N1),
2. Surat keterangan asal-usul (blangko model N2),
3. Surat persetujuan mempelai (blangko model N3),
4. Surat keterangan tentang orangtua (blangko model N4),
5. Surat keterangan tentang pemberitahuan ingin menikah (blangko model N7) apabila calon pengantin dalam kondisi berhalangan saat akad nikah. Surat Pemberitahuan ingin menikah dapat dilakukan oleh wali calon pengantin atau wakilnya.
6. Kartu Bukti sudah melaksanakan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) Kesatu calon pengantin wanita. Kartu imunisasi imunisasi TT Kedua dari Puskesmas setempat,
7. Calon pengantin membayar biaya pencatatan akad nikah sebesar Rp 30.000,- (Tiga puluh ribu rupiah)
8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua / wali
9. Pas photo dengan ukuran 3×2 dengan jumlah 3 lembar,
10. Surat dispensasi dari pengadilan bagi calon pengantin pria yang belum berumur 19 tahun. Serta bagi calon pengantin wanita yang belum berumur 16 tahun,
11. Bagi calon pengantin anggota TNI / POLRI harus membawa surat izin nikah dari atasannya
12. Surat izin poligami dari Pengadilan Agama bagi calon suami yang ingin poligami atau mempunyai isteri lebih dari seorang
13. Surat Akta cerai dari calon pengantin. Atau surat berisi kutipan buku pendaftaran talak / buku pendaftaran cerai bagi calon pengantin. Persyaratan ini berlaku untuk kasus perceraian yang telah terjadi sebelum diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989
14. Surat keterangan yang berisi tentang kematian suami / istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa / Lurah, atau pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang untuk dasar pengisian formulir model N6 untuk janda / duda yang akan melangsungkan akad nikah

Sedangkan dalam proses pengurusan Surat Nikah ke KUA, anda harusi melengkapi lampiran, yaitu untuk kelengkapan dokumen dan syarat sebagai berikut ini:

Prosedur dan persyaratan menikah unutk Calon Suami

1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 dan N4.
2. Calon pengantin datang ke kantor KUA setempat untuk memperoleh Surat Pengantar / Surat Rekomendasi Nikah (Hal ini berlaku apabila calon Isteri beralamat beda Wilayah / Kecamatan).
3. Apabila calon pengantin wanita satu daerah / satu Kecamatan, maka berkas persyaratan nikah calon pengantin pria diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita
Berkas Lampiran
1. Fotocoyi e-KTP,
2. Akta Kelahiran dan Kartu C1 (Kartu KK),
3. Pas photo ukuran 3×4 = 2 lembar, apabila calon pengantin wanita dari luar daerah,
4. Pas photo uuran 2×3 = 5 lembar, apabila calon pengantin wanita satu daerah / satu Kecamatan.

Prosedur dan persyaratan menikah untuk Calon Isteri
1. Surat Pengantar daariKetua RT / RW dibawa ke kantor Kalurahan setempat untuk memperoleh Isian Blangko model N1, N2, N3 dan N4,
2. Kemudian datang ke kantor KUA setempat untuk mendaftarkan nikah dan pemeriksaan administrasi. Calon pengantin wanita datang ke kantor KUA bersama dengan Wali dan calon pengantin pria
3. Sebelum pelaksanaan prosesi akad nikah, calon pengantin pria dan calon pengantin wanita akan mendapatkan pengarahan dan nasihat pernikahan dari kantor BP4

Berkas Lampiran untuk melengkapi prosedur dan persyaratan menikah di KUA

1. Fotocopy e-KTP
2. Akta Kelahiran dan Kartu model C1 (Kartu KK)
3. Fotocopy Kartu Imunisasi TT
4. Pasphoto dengan latar belakang warna biru dengan ukuran 2×3 sebanyak 5 lembar
5. Akta Cerai dari Pengadilan Agama bagi calon pengantin berstatus janda / duda cerai
6. Surat Dispensasi dari Pengadilan Agama apabila calon pengantin wanita berusia kurang dari 16 tahun dan calon pengantin pria berusia kurang dari 19 tahun
7. Surat Izin dari atasan bagi calon pengantin anggota TNI / POLRI
8. Surat keterangan Kematian Ayah dari pejabat berwenang apabila ayah calon pengantin sudah meninggal
9. Surat keterangan Wali apabila pihak Wali tidak satu alamat dari Kelurahan setempat
10. Dispensasi Camat apabila pelaksanaan akad nikah kurang dari 10 hari kerja
11. Melampirkan Blangko model N5 (surat izin menikah dari orang tua) apabila usia calon pengantin kurang dari 21 tahun
12. Blangko model N6 (Surat Kematian suami / istri) bagi calon pengantin berstatus janda / duda karena meninggal dunia

Demikian sajian artikel dari Blog Clasy Tent Decor perihal Prosedur dan Persyaratan menikah di kantor KUA.
Semoga bermanfaat bagi anda. Salam bahagia.

Gambar ilustrasi dari Pixabay.

Leave a Reply