Memilih pasangan hidup bagi kawula muda

Memilih pasangan hidup bagi kawula muda

posted in: Blog   0
Memilih pasangan hidup
Memilih pasangan hidup

Inilah tips memilih pasangan hidup sebelum anda memutuskan untuk menikah. Sebagaimana diketahui, memilih pasangan hidup mesti memperhatikan beberapa aspek karakter dan kepribadian personal. Serta latar belakang budaya keluarga dari masing-masing individu yang ingin melangsungkan pernikahan.

Alinea berikut merupakan uraian hal-hal penting yang perlu anda perhatikan dalam memilih pasangan hidup. Agar kelak dalam mengarungi bahtera rumah tangga tidak terlalu banyak gelombang problematika.

1. Masing-masing individu berani mengungkapkan kekurangannya. Sehingga masing-masing individu dapat memutuskan, apakah dapat menerima kekurangan dari pasangannya tersebut.
Poin ini susah diungkapkan saat masih pacaran, karena pada saat pacaran hanya hal-hal indah saja yang nampak di permukaan. Masing-masing individu cenderung menyembunyikan kekurangannya pada saat pacaran.
Dan pada saat pacaran, setiap individu begitu yakin dapat menerima kekurangan dari pasangannya.
Dari beberapa survey tentang pernikahan, banyak pasangan yang berpisah di tengah jalan karena tidak dapat menerima sepenuhnya kekurangan dari pasangannya.
Dan seringkali yang menjadi kambing hitam perpisahan adalah tidak adanya kecocokan dengan pasangannya.
Sesuatu yang tidak perlu terjadi apabila pada saat sebelum melangsungkan pernikahan sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan dari pasangannya.

2. Mengetahui dan memahami perbedaan kodrat pria dan wanita. Pada dasarnya kodrat pria dan wanita sangat berbeda. Apa saja sih perbedaan kodrat pria dan wanita?
Pada umumnya pria cenderung lebih banyak menggunakan logika. Sedangkan pada wanita cenderung lebih banyak menggunakan emosinya.
Para wanita pada umumnya tidak mudah untuk memberikan cintanya kepada pria. Tetapi begitu wanita mencintai seorang pria secara serius dan mendalam, maka logika wanita seakan hilang. Kemudian wanita tersebut akan memikirkan pria tersebut, meskipun pria tersebut mempunyai banyak kekurangan.
Sementara itu bagi seorang pria terlalu mudah untuk jatuh cinta. Akan tetapi perasaan cinta tersebut juga cepat sirna. Terlebih apabila logika pria tersebut sudah tidak dapat menerima kekurangan pasangan wanitanya.

3. Bercermin pada pengalaman hidup pribadi, orangtua, famili atau orang yang sudah berpengalaman menjalani hidup rumah tangga.
Ada pepatah yang mengatakan, bahwa pengalaman hidup adalah guru yang terbaik. Manis dan pahitnya pengalaman hiduplah yang telah mengajarkan kepada kita akan banyak hal.
Pengalaman hidup juga yang membuat kita menjadi dewasa. Seringnya kita mengalami patah hati atau putus cinta, menyebabkan kita semakin irit dalam memberikan cinta pada relasi berikutnya.
Tidak jarang kita akan menjadi hati hati, bahkan cenderung skeptis dan apatis dalam menjalin sebuah relasi cinta. Meskipun orangtua sering menasehati kita, agar hati hati dalam menjalin hubungan cinta.
Namun ketika api asmara sudah merasuki dan menguasai emosi, pastinya logika ikut menjadi tumpul pada saat memilih pasangan hidup. Bahkan seringkali kita merasa yakin, bahwa kita tidak akan mengulang kekeliruan lagi. Kita tidak ingat lagi nasehat yang sudah diberikan oleh orangtua atau orang yang sudah berpengalaman.
Sudah tidak pada tempatnya, apabila cinta menjadi momok yang menakutkan bagi anda, hanya karena merasa trauma putus cinta. Yakinlah bahwa cinta akan membawa anda merasakan bahagia.
Semakin banyak belajar dari pengalaman, maka jadikan hal tersebut sebagai momentum yang tepat untuk memilih pasangan hidup.yang tepat.

4. Membangun budaya saling terbuka dan berani saling introspeksi dalam memilih pasangan hidup. Di saat memilih pasangan hidup, disarankan untuk membiasakan saling terbuka dan berani introspeksi mengakui kesalahan dan kekurangan diri sendiri.
Poin ini merupakan modal penting kelak dalam membangun rumah tangga. Kejujuran dan bersikap apa adanya terhadap pasangan akan membangun rasa saling percaya. Sehingga dalam menjalani rumah tangga tidak perlu berdusta.
Semua tindakan mengalir sesuai dengan keadaan, tidak asa yang disembunyikan terhadap pasangan. Hindari saling menyalahkan dan merasa benar sendiri terhadap pasangan. Karena hal ini akan dapat memicu timbulnya pertengkaran. Pertengkaran yang mungkin disebabkan hal-hal kecil dan sepele saja.

Apabila anda dan pasangan sudah merasa nyaman melakukannya untuk keempat poin tersebut di atas, anda sudah melangkah lebih dekat dengan jenjang upacara pernikahan yang diimpikan. Untuk itu Classy Tent Decor siap menyemarakkan upacara pernikahan anda.
Jangan sungkan untuk meminta price list Paket Dekorasi Lamaran dan Paket Dekorasi Pernikahan. Anda cukup mengisi Contact Forms yang tersedia di website ini.
Apabila ingin melihat portofolio serta update design dekorasi terbaru Classy Tent Decor, silakan klik dan follow Instagram dan Facebook Fans Page.

Leave a Reply